Demi Sebuah Penghormatan

September 25, 2021

Agar Tidak Sama Dengan Sulaiman.

Rasulullah SAW, pernah melepaskan Jin Ifrit karena ingin menghormati do’a Nabi Sulaiman.

Sebuah hadits dari Abu Hurairah, “Rasulullah Saw bersabda, ‘Sesungguhnya jin Ifrit telah meloncatiku semalam untuk memutuskan sholatku, maka Allah memberikan kekuatan kepadaku sehingga dapat menangkapnya, lalu aku mencekiknya.

‘Sungguh aku ingin mengikatnya di salah satu tiang masjid, lalu pada pagi harinya kalian semua bisa melihatnya.’

Kemudian beliau bersabda lagi, ‘Namun aku teringat akan doa Saudaraku Nabi Sulaiman, Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorangpun sesudahku maka beliau pun melepaskan jin ifrit dalam keadaan hina’.” (Hadis Shahih. HR Bukhari dan Muslim)

Istimewanya Surat Al An’am

September 22, 2021

Al Qur’an diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah SAW se ayat demi se ayat. Penurunan itu dilakukan melalui malaikat Jibril seorang diri. Namun demikian berbeda surat Al An’am. Ia diturunkan sekaligus satu surat. Dan bahkan malaikat Jibril diikuti oleh 70 ribu malaikat lainnya ketika membawa surat Al An’am ini.

Keistimewaan lainnya adalah bahwa hanya dengan hapal satu ayat tertentu dalam surat Al An’am ini, maka akan menjadi jaminan di alam kubur bahwa jasadnya tidak hancur dan kain kafannya akan selalu baru. Jaminan ini sama persis dengan jaminan bagi para penghafal Qur’an.

Satu ayat yang menjadi keistimewaan Surat Al An’am ini adalah :

لَا تُدْرِكُهُ الْاَ بْصَا رُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْاَ بْصَا رَ ۚ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ
“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus, Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am : 103)

Autad

September 10, 2021

Surat Al Fajr ayat 10 menyebut “Wa Fir’aun Dzil Autad.” Hanya saja dalam terjemahan versi kemenag, sangat tidak bisa dipahami

dan (terhadap) Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar)”

Autad bisa dimaknai sebagai wali. Oleh karenanya, Fir’aun juga mempunyai autad yang masih bekerja hingga akhir zaman.

Sekarang ini perangnya pakai Artificial Intelijen (AI) dan Virus.

AI + Virus –> Saintek

Sainteks ini berkolaborasi dengan Magic. Peta pertarungan Ideologis era abad 20 sudah lewat. Sudah tidak bisa dipakai lagi untuk memahami keadaan akhir zaman. Dari perpaduan saintek and magic ini maka dapat dipahami mengapa Nabi Isa yang diturunkan. Karena beliau adalah Ruhullah.

Lalu, siapakah autad Fir’aun ?

Ayat 11 dan seterusnya menjelaskan itu semua.

Pertama : Togho atau Togog

الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَا دِ 

Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,”(QS. Al-Fajr 89: Ayat 11)

Kedua : Al Fasad

فَاَ كْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَا دَ 

“Lalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu,”(QS. Al-Fajr 89: Ayat 12)

Tidak akan mungkin dengan kemampuan umat manusia saat ini mampu melawan. Sama halnya Musa yang tidak mampu melawan Fir’aun. Kemenangan Musa diperoleh setelah ia memasrahkan sepenuhnya kepada Tuhannya. Kemenangan umat masa kini, dituntun oleh empat ayat terakhir surat Al Fajr ini.

Wallahu’alam

Ketika Dzikir Al Qur’an Dimudahkan

January 19, 2021

Saat yang tepat untuk memulai

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰ نَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk dzikir, maka adakah orang yang mau dzikir mengambil pelajaran?”
(Al-Qamar pada Ayat 17, 22, 32 dan 40)

Ayat ini diungkapkan dalam 4 ayat pada surat Al Qomar dalam redaksi yang persis sama. Menariknya keempat ayat ini muncul setelah Al Qur’an menceritakan azab banjir bandang pada kaum Nabi Nuh, azab angin kencang pada kaum ‘Ad, azab pada kaum Samud dengan suara yang mengguntur dan azab badai dahsyat pada kaum Nabi Luth.

Setiap menutup kisah-kisah itu seolah sebagai kesimpulan diakhiri dengan ayat

فَكَيْفَ كَا نَ عَذَا بِيْ وَنُذُرِ

“Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!”

Jika ditarik ke kondisi saat ini, dimana banyak sekali terjadi bencana, maka akan ditemukan solusi. Yaitu jadikan Al-Qur’an sebagai dzikir. Apapun dan bagaimanapun kamu memaknai kata dzikir itu

Tijarah Lantabur

January 5, 2021

Berharap pada tahun depan mendapatkan apa yang disebut dalam ayat ini sebagai tijarah lantabur. Aamiin

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَ قَا مُوا الصَّلٰوةَ وَاَ نْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَا نِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَا رَةً لَّنْ تَبُوْرَ ۙ 

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitaballah dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi,”(QS. Fatir 29)

Kitab Masthur

January 5, 2021

Kitabin masthuri dalam terjemahan depag adalah kitab yang ditulis. Dan karena diawali dengan sumpah atas bukit Thur, maka secara asosiatif akan menunjukkan pada kisah Musa ketika menerima Ten Commandemen.Namun karena diungkapkan secara lebih umum, maka kitabin mathuri juga bisa dimaknai secara leksikon sebagai kitab yang tersembunyi pada lembaran yang mulia (fi roqqim mansyuri)وَا لطُّوْرِ ۙ ”Demi bukit,”

وَكِتٰبٍ مَّسْطُوْرٍ ۙ ”dan demi Kitab yang ditulis,”فِيْ رَقٍّ مَّنْشُوْرٍ ۙ ”pada lembaran yang terbuka,”(QS. Ath-Thur 1 – 3)Konsekwensinya jika dipahami demikian, maka masih terbuka kesempatan untuk generasi akhir zaman untuk dapat memahami “Kitab Yang Tersembunyi” (Kitabin Mashthuri)

Pasca Al Ma’idah

December 17, 2020

Jika dilihat dari sisi kronologi, pada ayat 112 dan 113 maka terdapat kronologi berikut :

maa`idah – taqwa – tathmainnal qulub – shodaqta – syahidin

اِذْ قَا لَ الْحَـوَا رِيُّوْنَ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيْعُ رَبُّكَ اَنْ يُّنَزِّلَ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَآءِ ۗ قَا لَ اتَّقُوا اللّٰهَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

“ketika kaum Hawariyyun berkata, Wahai Isa putra Maryam! Bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami? Isa menjawab, Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.”
(QS. Al-Ma’idah 112)

قَا لُوْا نُرِيْدُ اَنْ نَّأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ قُلُوْبُنَا وَنَـعْلَمَ اَنْ قَدْ صَدَقْتَـنَا وَنَكُوْنَ عَلَيْهَا مِنَ الشّٰهِدِيْنَ

“Mereka berkata, Kami ingin memakan hidangan itu agar tenteram hati kami dan agar kami yakin bahwa engkau telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi syahidin”
(QS. Al-Ma’idah 113)

Jika dilanjutkan lagi pada ayat 114 maka akan berjumpa dengan hari ‘id yang bisa dimaknai sebagai hari kemenangan.Pasca kemenangan, yaitu ayat 115 adalah hari penentuan fa may yakfur ba’du mingkum fa inniii u’azzibuhuu ‘azaabal laaa u’azzibuhuuu ahadam minal-‘aalamiin

قَا لَ اللّٰهُ اِنِّيْ مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَاِ نِّيْۤ اُعَذِّبُهٗ عَذَا بًا لَّاۤ اُعَذِّبُهٗۤ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ”

Allah berfirman, Sungguh, Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, tetapi barang siapa kafir di antaramu setelah (turun hidangan) itu, maka sungguh, Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia (seluruh alam).”(QS. Al-Ma’idah 115)

Metode Penyembuhan Nabi Ayyub

July 17, 2020

IMG_20200525_183729

Tiga metode penyembuhan Nabi Ayyub yang diceritakan dalam  mencayat ini adalah :

1. Hentakkan kaki ke tanah

2. Mandi air dingin

3. Minum air dingin

ارْكُضْ بِرِجْلِكَ ۖ هَٰذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ

“Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum”. [Shad: 42]

Shobron Jamilah

June 30, 2020

Kadangkala kalimat shobron jamilah dipisahkan dengan konteksnya. Sehingga, akibatnya hanya diterjemahkan dengan kesabaran biasa, yaitu sabar dalam menghadapi musibah atau sabar dalam keta’atan.

فَا صْبِرْ صَبْرًا جَمِيْلًا

Maka bersabarlah dengan shobron jamilah
(QS. Al-Ma’arij 5)

Padahal jika konteksnya diperhatikan maka akan jelas sekali bahwa shobron jamilah itu diperlukan dalam konteks ma’arij (sesuai dengan nama surat). Ma’arij adalah bentuk jamak dari mi’raj. Oleh karenanya shobron jamilah adalah prasyarat untuk bisa mi’raj.

Apalagi jika kemudian dengan memperhatikan ayat 4, dimana jelas sekali diawali dengan ta’ruju. Satu akar kata dengan mi’raj.

تَعْرُجُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَ الرُّوْحُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَا نَ مِقْدَا رُهٗ خَمْسِيْنَ اَلْفَ سَنَةٍ ۚ

Naiknya para malaikat dan ruh kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.
(QS. Al-Ma’arij 4)

Ambil kesempatan mi’raj dengan selalu mengasah shobron jamilah.

Kekuatan Luar Biasa Alhadid

June 26, 2020

Sebagaimana yang diabadikan sebagai nama surat, Alhadid adalah sejenis logam yang mempunyai kekuatan luar biasa. Kekuatan luar biasa Alhadid dalam ayat 25 ini diungkapkan dengan kalimat “al hadiida fiihi ba’sun sadiidun.” Bahwa di dalam alhadid itu ada kekuatan yang dahsyat. Menariknya jika dibaca dari awal ayat maka alhadid ini menjadi bekal bagi para rasul Allah.

Mengapa demikian ?

Karena secara tegas disebut demikian. Para rasul dibekali Alkitab, Almizan dan Alhadid. Itu semuanya (ketiga bekal itu) gunanya tiada lain kecuali untuk menolong agama Allah dan rasul-rasulNya secara ghaib. Frase “secara ghaib” harus diberi garis bawah sebagai keyword yang penting untuk dapat memanfaatkan ketiga hal itu secara maksimal bagi kemajuan peradaban umat manusia. Ayat ini ditutup dengan penegasan bahwa Allah-lah Yang Kuat dan Perkasa.

لَـقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِا لْبَيِّنٰتِ وَاَ نْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتٰبَ وَا لْمِيْزَا نَ لِيَقُوْمَ النَّا سُ بِا لْقِسْطِ ۚ وَاَ نْزَلْنَا الْحَـدِيْدَ فِيْهِ بَأْسٌ شَدِيْدٌ وَّمَنَا فِعُ لِلنَّا سِ وَلِيَـعْلَمَ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗ وَ رُسُلَهٗ بِا لْغَيْبِ  ۗ اِنَّ اللّٰهَ قَوِيٌّ عَزِيْزٌ

Kekuatan yang terdapat pada Alhadid ini, tentu saja bersifat potensial. Kekuatan potensial ini akan aktual jika telah diolah atau ditempa. Pengolahan atau penempaan pada tingkat tertentu akan mengeluarkan kekuatan tertentu juga. Masyarakat tradisional mengolah logam sebagaimana dilakukan oleh pandai besi sehingga menjadi pisau, golok dan alat-alat pertanian. Masyarakat barat mengolah besi sehingga menjadi mesin-mesin industri. Yang lebih mutakhir mengolah logam menjadi chip-chip elektronik sehingga melahirkan peradaban digital. Lahirnya teknologi komputer dan teknologi selular yang menjadi dasar teknologi internet saat ini.

Masyarakat Nusantara yang sejak awal sudah sangat maju teknologi metalurginya mampu menghasilkan beragam tools yang secara kosmologis bisa mempengaruhi lingkungan. Keris dan gamelan adalah contoh terbaiknya. Penempaan yang telaten dan ribuan kali mampu mengubah putaran spin elektron dan proton sehingga memiliki frekuensi gelombang elektromagnetik. Penempaan yang demikian rumit itu mampu mencampur beragam unsur metalurgi sehingga bersenyawa secara sempurna.

Einstein dan Planck telah secara baik sekali menjelaskan hubungan materi dan gelombang.

Einstein :
E = mc2

m : massa, materi
c : konstanta, kecepatan cahaya

Sementara Planck :
E = hf

h ; konstanta planck
f : frekuensi

Jika keduanya digabungkan :

mc2 = hf

Tampak sekali adanya kesetaraan antara materi dan frekuensi.

Gamelan dan keris adalah karya teknologi. Sama halnya dengan teknologi handphone, repeater, dan teknologi lainnya.

Besi punya kekuatan.
Besi diolah menjadi golok, maka jadi kekuatan golok.
Besi diolah jadi mesin, maka jadi kekuatan mesin.
Besi diolah jadi chip IC, maka jadi kekuatan elektronis
Besi diolah jadi keris, maka jadi kekuatan keris.